PREDIKSI EROSI MENGGUNAKAN METODE USLE PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DI KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO

Authors

  • Nursiam Daud Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo
  • Yunnita Rahim Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
  • Muhammad Arief Aziz Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo
  • Rival Rahman Universitas Negeri Gorontalo

Keywords:

Erosi, USLE, Kakao, Konservasi Tanah, Gorontalo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi, menentukan nilai erosi yang dapat ditoleransi (T), serta menetapkan nilai faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi (CP) pada lahan pertanaman kakao di Desa Dulamayo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan mempertimbangkan faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P). Penelitian dilakukan melalui survei lapangan, pengambilan sampel tanah, serta analisis laboratorium dan data curah hujan lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai erosivitas hujan tahunan sebesar 1569,87 dengan rata-rata bulanan 146,6, nilai erodibilitas tanah (K) sebesar 0,200541 termasuk kategori sedang, dan nilai faktor LS sebesar 6,8 pada kemiringan lereng 38,1%. Nilai faktor pengelolaan tanaman (C) sebesar 0,2 dan faktor konservasi (P) sebesar 1. Kondisi ini menunjukkan bahwa lahan memiliki potensi erosi yang cukup tinggi akibat pengaruh curah hujan dan topografi yang curam, meskipun vegetasi cukup membantu menekan erosi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan tindakan konservasi tanah yang lebih efektif seperti terasering dan penanaman tanaman penutup tanah untuk menekan laju erosi agar tetap berada di bawah ambang toleransi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, A., Tjoneng, A., & Saida, S. (2021). Analisis indeks bahaya erosi DAS Kampili Provinsi Sulawesi Selatan. AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(3), 68–75. https://doi.org/10.33096/agrotekmas.v2i3.215

Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air (Edisi ke-2). Bogor: IPB Press.

Andriyani, R., Purwanto, B. H., & Utami, S. N. H. (2020). Analisis prediksi erosi dengan metode USLE berbasis sistem informasi geografis pada Sub-DAS Kedungbulus. Jurnal Tanah dan Air, 17(1), 9–18.

Agestia, L., Romdania, Y., Ashruri, & Herison, A. (2023). Analisis indeks erosivitas hujan menggunakan metode Bols dan Utomo (Studi kasus: Sub DAS Way Pubian, DAS Way Seputih, Provinsi Lampung). JRSDD, 11(2), 363–374. https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JRSDD/article/view/7345

Buranda, H., Haris, A., Tjoneng, A., Salama, S. H., & Nontji, M. (2022). Analisis prediksi erosi dan erosi yang dapat ditoleransikan di DAS Kampili Sulawesi Selatan. JAGUR: Jurnal Agroteknologi, 4(1), 18–24. https://doi.org/10.25077/jagur.4.1.18-24.2022

Farikha, A., Wijaya, K., & Purwadi, P. (2023). Analisis erosi dan indeks bahaya erosi pada berbagai penggunaan lahan di Sub DAS Opak Hulu-Tengah. Jurnal Ecosolum, 12(2), 128–144. https://doi.org/10.20956/ecosolum.v12i2.29361

Hafid, N., Haridjaja, O., Arsyad, S., & Yahya, S. (2007). Nilai faktor C dan erosi tanah sebagai respon perlakuan konservasi vegetatif pada pertanaman kakao. Jurnal Tanah dan Iklim.

Hammer, W. I. (1981). Soil Conservation Consultant Report. Rome: Food and Agriculture Organization (FAO).

Hardjowigeno, S. (2018). Konservasi tanah dan air. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press / Deepublish.

Lady, A. (2023). Analisis indeks erosivitas hujan menggunakan metode Bols dan Utomo (Studi Kasus: Sub DAS Way Pubian, DAS Way Seputih, Provinsi Lampung). Universitas Lampung. https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JRSDD/article/view/7345

Laudengi, A., Yusuf, M., & Rahim, A. (2024). Estimasi erosi tanah dan nilai toleransi pada lahan jagung di Gorontalo. Jurnal Lahan Pertanian Tropis, 5(1), 12–20. (DOI belum ditemukan; perlu dicek pada laman jurnal.)

Meiteza, S., & Soeryamassoeka, S. B. (2024). Analisis indeks bahaya erosi (IBE) Sub DAS Pinoh. Jurnal Hutan Lestari, 12(4), 1060–1071.

Saputra, D. D., Sari, R. R., Hairiah, K., Roshetko, J. M., Suprayogo, D., & van Noordwijk, M. (2020). Can cocoa agroforestry restore degraded soil structure following conversion from forest to agricultural use? Agroforestry Systems, 94(6), 2261–2276. https://doi.org/10.1007/s10457-020-00548-9

Widianto, Hairiah, K., Suharjito, D., & Sardjono, M. A. (2003). Fungsi dan peran agroforestri. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF). https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/30834/

Wischmeier, W. H., & Smith, D. D. (1978). Predicting rainfall erosion losses: A guide to conservation planning (Agriculture Handbook No. 537). Washington, DC: U.S. Government Printing Office. https://naldc.nal.usda.gov/catalog/12001888

Zainuddin, M., & Kironoto, B. A. (2003). Distribusi sedimen suspensi pada aliran seragam dengan dan tanpa angkutan sedimen dasar. Jurnal Teknosains, 16.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Daud, N., Rahim, Y., Aziz, M. A., & Rahman, R. (2026). PREDIKSI EROSI MENGGUNAKAN METODE USLE PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DI KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian , 6(1), 681–690. Retrieved from https://ojs.untika.ac.id/index.php/jimfp/article/view/857

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.