EFEKTIFITAS BERBAGAI JENIS ATRAKTAN TERHADAP POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN LALAT BUAH (Bactrocera spp) PADA TANAMAN TOMAT
https://doi.org/10.52045/jimfp.v1i1.60
Keywords:
Atraktan , lalat buah, intensitas seranganAbstract
Serangan lalat buah dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida, pembungkusan buah sebelum buah matang, dan menggunakan perangkap lalat buah. Perangkap yang digunakan untuk mengendalikan populasi lalat buah umumnya menggunakan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan berbagai jenis atraktan terhadap jumlah populasi lalat buah yang terperangkap dan intensitas serangannya pada pertanaman tomat. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Lompoknyo Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 A0 = Botol kuning tanpa atraktan (kontrol), A1 = Botol kuning + atraktan petrogenol, A2 = Botol kuning + atraktan minyak sereh A3 = Botol kuning + atraktan minyak cengkeh. Dari hasil penelitian yang didapatkan di lokasi. terdapat hama lalat buah yang terperangkap lebih banyak pada perlakuan A1 dengan jumlah individu 20 ekor pada hari ke 9, namun terjadi penurunan jumlah individu hama lalat buah yang terperangkap pada hari ke 12 sampai dengan hari ke 18
Downloads
References
Budiyani K, Sukasana W. 2020. pengendalian serangan hama lalat buah pada intensitas kerusakan buah cabai rawit (Capsicum frutescens L) dengan bahan petrogenol. Jurnal Agrica, 13(1) : 15-27
Gomarjoyo H, Khomeini A, Rahman D, Sanjaya AS. 2015. Pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen minyak sereh wangi (Cymbopogon winterianus). Jurnal Ekuilibrium, 14(2): 57 – 61
Helmiyetti, Rahmadani I, Manaf S. 2019. Efektivitas petrogenol sebagai atraktan lalat buah (Bactrocera spp.) pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) di lahan UPTD BPTPH Mojorejo Kab. Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Saintek dan Pembelajaran, Tasikmalaya 28 September 2019, hal 18-24
Indrawati R, Indradewa D, Utami SNH. 2012. Pengaruh Komposisi Media dan Kadar Nutrisi
Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.).
Vegetalika 1(3): 1-11
Kardinan A. 2003. Tanaman pengendali lalat buah. Depok (ID): Agromedia Pustaka.
Marliah A, Hayati M, Muliansyah I. 2012. Pemanfaatan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal Agrista 16(3): 122-128.
Mostafa T, Khouly GE, Hassan A. 2012. Pheromones in sex and reproduction: do they have a
role in humans? Journal of Advanced Research, 3(1): 1–9
Patty JA. 2012. Efektivitas metil eugenol terhadap penangkapan lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada pertanaman cabai. Agrologia, 1(1): 69-75
Rahayu GA, 2011. Keefektifan tiga atraktan menggunakan bola berwarna dalam menangkap imago lalat buah pada jambu biji di kecamatan Tanah Sareal kota Bogor. [Skripsi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.
Saputro KHP. 2019. Pengaruh penggunaan berbagai atraktan terhadap intensitas serangan lalat buah (Bactrocera spp.) pada empat varietas semangka (Citrullus vulgaris S.). Jurnal Agronomi Tanaman Tropika 1(2): 73–83
Sarjan M, Yulistiono H, Haryanto H. 2010. Kelimpahan dan komposisi spesies lalat buah pada lahan kering di kabupaten Lombok Barat. Crop Agro 3(2): 103 – 112
Towaha J. 2012. Manfaat eugenol cengkeh dalam berbagai industri di Indonesia. Jurnal Perspektif, 11(2): 79 - 90
Sodiq M, Sudarmadji, Sutoyo. 2016. Pengaruh atraktan terhadap lalat buah pada tanaman belimbing di Kabupaten Blitar. Jurnal Agrovigor, 9(2): 125-131
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.