EFEKTIVITAS TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SOSIAL PADA MATERI PELAYANAN MONITORING DIRI REMAJA UNTUK SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH NEGERI LUWUK 2 KABUPATEN BANGGAI
THE EFFECTIVENESS OF COGNITIVE RESTRUCTURING TECHNIQUES TO REDUCE ADOLESCENT SOCIAL ANXIETY ON THE SUBJECT OF SELF-CONTROL SERVICES STUDENT CLASS XI SMA NEGERI 2 LUWUK KABUPATEN BANGGAI
Keywords:
teknik restrukturisasi, kognitif, kecemasan sosial remajaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya teknik restrukturisasi kognitif dalam menurunkan kecemasan sosial pada remaja yang menggunakan materi layanan manajemen diri pada siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Luwuk Kabupaten Banggai. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas tentang bimbingan dan konseling dengan desain yang dirancang oleh Stephen Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Analisis data deskriptif komparatif merupakan ukuran keberhasilan proses peningkatan layanan pembelajaran. Penerapan teknik restrukturisasi kognitif melalui tiga fase yaitu fase persiapan, fase pelaksanaan dan fase penyelesaian/evaluasi, dapat menurunkan kecemasan sosial pada siswa Kelas XI. Penurunan kecemasan sosial pada remaja dapat ditunjukkan dengan menurunnya nilai rata-rata kecemasan sosial siswa dari angket skrining pra tindakan yaitu sebesar 67,67 menjadi 47,2 pada siklus I, kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 24.7.
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Asosiasi Psikiatri Amerika. 2000. Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Jiwa, Edisi Keempat, Edit Teks, DSM-IV-TR. Arlington, Virginia:
Asosiasi Psikiatri Amerika.
Arikunto, S. 2006. Proses Penelitian Pendekatan Praktis Versi Revisi IV. Ibukota Jakarta:
Rineka Cipta.
Bhamami, S. dan Hussain, N. 2012. Kecemasan sosial dalam konteks pembelajaran pendidikan tinggi:
Dibuat untuk skala dan keandalan. Jurnal Penelitian Sungai Indian, 2(5).
Butler, G. 2008. Mengatasi kecemasan dan rasa malu sosial. London:
Polisi & Robinson LLC
Calhoun dan Acocella. 2001. Psikologi Penyesuaian dan Hubungan Manusia, Edisi Ketiga. Pandemi. Satmoko. Semarang:
IKIP Pers Semarang.
Cormier, W.H. dan Cormier, L. S. 2001. Strategi wawancara pengasuh:
Intervensi keterampilan landasan kognitif-perilaku. Monterey, CA:
Perusahaan Penerbitan Brooks/Cole.Dayakisni, Tri & Hudaniah. 2009. Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Dobson, D and Dobson, K. S. 2009. Evidence-based Practice of Cognitive Behavioral Therapy. New York: The Guilford Press. 117-127.
Durrand, V. Mark dan Barlow, David H. 2006. Psikologi Abnormal. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Fadhilah, A. 2013. Teknik Restrukturisasi Kognitif Untuk meningkatkan Harga Diri Peserta Didik. Skripsi Jurusan PPB Untiversitas Pendidikan Indonesia: todak diterbitkan.
Garcia-Lopez, L. J., Ingles, C. J., & Garcia-Fernandez, J. M. 2008. Exploring The Relevance of Gender and Age Differences in The Assessment of Social Fears in Adolescence. Social Behavior and Personality : An International Journal, 36(3), 385-390.
Ghufron, M. Nur & Rini R. W. S. 2011. Teori-Teroi Psikologi. Yogyakarta : Arr-Ruzz Media.
Gunarsa, S. D. 2004. Bunga Rampai Psikologi Perkembangan dari Anak samapi Usia Lanjut. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
. 2009. Dari Anak Sampai Usia Lanjut Bunga Rampai Psikologi Perkembangan. Jakrata: PT BPK gunung Mulia.
Lestari, Henry & Sugiharti. 2011. Perilaku Berisiko Remaja di Indonesia Menurut Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 1 No. 3 Tahun 2011
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Chandra Murdiono Lisabe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


