INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KOTA LUWUK

https://doi.org/10.55114/siparstika.v5i2.1396

Authors

  • Purnomo S. Hadi Universitas Tompotika Luwuk

Abstract

Perkembangan arsitektur modern seringkali mengabaikan nilai-nilai lokal yang telah terbukti adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal dalam perancangan arsitektur berkelanjutan di Luwuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis komparatif terhadap bangunan tradisional dan bangunan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti orientasi bangunan, penggunaan material alami, sistem ventilasi alami, serta adaptasi terhadap iklim tropis memiliki peran penting dalam mendukung prinsip keberlanjutan. Integrasi konsep tersebut dalam desain arsitektur modern dapat meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan termal, serta keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dalam praktik perancangan arsitektur di Luwuk.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanto, Y., Wardhani, D. K., Wibowo, H. S., & Subagio, J. S. (2026). Cultural aspects as a foundation for sustainable architecture: Lessons from vernacular practices. Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 18(1), 1–23. https://doi.org/10.26905/lw.v18i1.15345

Frick, H., & Suskiyatno, B. (2007). Dasar-dasar arsitektur ekologis. Yogyakarta: Kanisius.

Harysakti, A., Nugroho, A. M., & Ernawati, J. (2023). Prinsip berkelanjutan pada arsitektur vernakular: Studi kasus Huma Gantung Buntoi, Kalimantan Tengah. Jurnal Perspektif Arsitektur, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.36873/jpa.v9i01.8943

Mangunwijaya, Y. B. (2009). Wastu Citra: Pengantar ke ilmu budaya bentuk arsitektur. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rapoport, A. (2005). Culture, architecture, and design. Chicago: Locke Science Publishing.

Salura, P. (2010). Arsitektur yang membodohkan. Bandung: CSS Publishing.

Senimiawati, S., Lempoy, J. O., Tiagas, D. H., Mondong, J. E., & Imran, M. (2026). Kajian konsep arsitektur tropis dan kearifan lokal dalam perancangan kawasan wisata Winetin. Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi, 5(1). https://doi.org/10.56190/jvst.v5i1.108

Tiagas, D. H., Lesawengan, V. F., Imran, M., Kasangke, B., & Fajrullah, E. N. (2026). Identifikasi kriteria rancangan green building berbasis kearifan lokal arsitektur berkelanjutan di Sulawesi Utara. Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi, 5(1). https://doi.org/10.56190/jvst.v5i1.107

Wahyudi, A. (2010). Perancangan bangunan tradisional Sunda sebagai pendekatan kearifan lokal, ramah lingkungan dan hemat energi. Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 2(1), 8–15. https://doi.org/10.26905/lw.v2i1.1369

Antaryama, I. G. N., & Dianagri, A. T. (2026). The resilience of traditional Indonesian architecture: A review of existing research. DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment, 53(1), 35–48. https://doi.org/10.9744/dimensi.53.1.35-48

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Hadi, P. S. (2026). INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KOTA LUWUK. SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik , 5(2), 53–62. https://doi.org/10.55114/siparstika.v5i2.1396