EVALUASI TINGKAT KEMACETAN LALU LINTAS BERDASARKAN PKJI 2023(Studi Kasus : Jalan Jendral Sudirman Dan Jalan Dr.Moh.Hatta Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai)
https://doi.org/10.55114/siparstika.v5i2.1383
Keywords:
Kemacetan Lalu Lintas, Kapasitas Jalan, Tingkat PelayananAbstract
Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi maupun umum yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, terutama di wilayah inti kota. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan, untuk melaksanakan kewenangan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dalam mengatur transportasi. Menurut Sambuaga (2016), perkembangan kota sejalan dengan aktivitas penduduk, sehingga semakin beragam aktivitas masyarakat, semakin cepat pula pertumbuhan kota dan peningkatan beban lalu lintas. Faktor penyebab kemacetan meliputi parkir di badan jalan, ketidakdisiplinan angkutan umum, fasilitas lalu lintas yang kurang memadai, hingga perilaku pengguna jalan yang tidak tertib (Boediningsih, 2011, sebagaimana dikutip oleh Mustikarani 2016).
Kondisi serupa terjadi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, di mana jumlah kendaraan terus meningkat berdasarkan data SAMSAT Wilayah V Banggai (2022–2024) dengan penambahan 18.290 unit kendaraan roda dua, 3.340 unit roda empat, dan 150 unit kendaraan berat. Ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Moh. Hatta menjadi titik rawan kemacetan akibat keterbatasan kapasitas jalan, sistem perlalulintasan, dan hambatan samping.
Hasil penelitian menunjukkan kedua ruas jalan berada pada Tingkat Pelayanan C (0,45–0,75), dengan arus lalu lintas yang stabil namun kecepatan kendaraan dibatasi. Penyebab utama kemacetan adalah kapasitas jalan yang sempit, sistem lalu lintas dua arah dengan dua lajur, serta kendaraan keluar masuk yang menimbulkan gangguan arus.Solusi yang disarankan mencakup pemasangan marka dan rambu larangan parkir di badan jalan, penataan fasilitas menaikkan dan menurunkan penumpang, serta penerapan jalur khusus sesuai rambu agar lalu lintas lebih tertib.
Downloads
References
Sambuaga, R. (2016). Manajemen Penanggulangan Kemacetan Transportasi Publik Di Dinas Perhubungan Kota Manado. Jurnal Ilmiah Society, 1(24), 4-4.
Mustikarani, W., & Suherdiyanto, S. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Sepanjang Jalan H Rais A Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 14(1), 143-155.
Indonesia, U. U. R. (2009). Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor, 22.
Khisty, C. J., & Lall, B. K. (2006). Dasar-dasar rekayasa transportasi Jilid 1.
Sarwoko, I., Widodo, S., & Mulki, G. Z. (2017). Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Pada Simpang Jalan Imam Bonjol–Jalan Daya Nasional Di Kota Pontianak. Jurnal Teknik Sipil, 17(2), 620-629.
Sarafina, R., Usman, B., & Adamy, Y. (2019). Analisis manajemen transportasi pada angkutan mini bus. Jurnal Humaniora: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi Dan Hukum, 3(1), 1-13.
Syafey, I. (2023). Penerapan Manajemen Lalu Lintas untuk Menanggulangi Kemacetan Lalu Lintas (Simpang Bersinyal Jln. Monginsidi–Jln. Bulu Kunyi). Jurnal Teknik Sipil MACCA, 8(2), 130-141.
Harefa, F. (2021). Penerapan Manajemen Sistem Transportasi Untuk Menanggulangi Kemacetan Lalu LIntas di Kota Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).
Wa'Bone, G., Rumayar, A. L., & Pandey, S. V. (2023). Analisis Pemanfaatan Manajemen Lalu Lintas Sistem Dua Arah Dan Satu Arah Terhadap Efektifitas Kinerja Ruas Jalan (Studi Kasus: Jalan Bethesda, Kec. Sario, Kota Manado). TEKNO, 21(83), 147-156.
https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/1942/09pbm2023-pedoman-kapasitas-jalan-indonesia-.pdf
https://www.google.com/search?q=azhar+a+2009+penyebab+kemacetan+lalu+lintas&client=firefox
https://thecivengone.blogspot.com/2020/07/rekayasa-lalu-lintas-dan-persimpangan.html
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 DIAH HARIYAMI, DIAH INDRADEWI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





